Tuesday, 5 March 2013

Teamwork Ketika Kecil, Tapi Individu Setelah Dewasa?


Banyak orang nganggep kalo kerjasama tim baru dibudayakan atau dikenalkan pada anak waktu udah memasuki dunia pendidikan formal seperti sekolah. Tapi sadar atau nggak, anak-anak sering makek prinsip kerjasama tim ketika mereka bermain game. Mereka yang membentuk kelompok-kelompok kecil sebagai syarat permainan harus kerja sama agar kelompok mereka nggak kalah dalam permainan.
Pertanyaanya sekarang, kenapa sih saat menginjak usia remaja banyak banget di antara pelajar yang susah dan merasa tidak mampu untuk melakukan kerjasama? Padahal waktu kecil, mereka sering kerjasama dalam game/permainan.
Ironisny, remaja lebih banyak yang tidak mau bekerja sama dibandingkan anak-anak. Hal ini dikarenakan anak-anak kebanyakan hanya melakukan, tidak banyak berpikir. Dan remaja terlalu banyak mikir. Mindset remaja sekarang, kerjasama tim itu cuma dibutuhin waktu ada tugas kelompok dari gurunya atau sejenisnya. Padahal di sekitar kita banyak banget wujud kerja sama tim. Misalnya waktu temen kita lagi dijahilin, terus kita membela teman kita, itu sudah wujud kerja sama tim yang kecil.
Nah, terus kenapa kita nggak memanfaatkan pengalaman kerja sama tim kita waktu kecil untuk mencapai tujuan yang seharusnnya dengan mudah kita dapatkan dengan kerjasama? Jawabannya ada pada diri kalian sendiri, jadi untuk apa kerjasama menjadi beban bagi hidup kalian?

0 comments:

Post a Comment